Rabu, 24 September 2014


News / Nasional

Jajaki Koalisi, Gerindra Bertemu Petinggi PKB dan Demokrat

Sabtu, 12 April 2014 | 17:57 WIB
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menghadiri kampanye Partai Gerindra di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (23/3/2014). Partai Gerindra dari jauh hari sebelumnya telah menetapkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam Pemilu 2014.


JAKARTA, KOMPAS.com
- Tak hanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang mulai melakukan penjajakan koalisi ke sejumlah partai, Partai Gerindra pun tak mau ketinggalan dan sudah mendekati Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat. Kedua partai itu menjadi partai yang cukup intensif berkomunikasi dengan Gerindra.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, komunikasi ke PKB dilakukan oleh dirinya dan juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Pertemuan Gerindra dan PKB pun sudah dilakukan berkali-kali.

"Saya sudah ketemu petinggi PKB dua kali. Ketemu Pak Muhaimin (Ketum PKB). Ketemunya di warung," ujar Muzani di di kantor DPP Partai Gerindra, Sabtu (12/4/2014).

Selain itu, sebut Muzani, hari ini, Fadli Zon juga baru saja bertemu dengan Muhaimin. Namun, Muzani enggan membuka hasil pertemuan keduanya itu. Yang pasti, Muzani mengaku belum ada kesepakatan apa pun antara partainya dengan PKB.

Sementara dengan Partai Demokrat, Muzani mengungkapkan komunikasi ke partai pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu dilakukan melalui orang-orang lingkar dalam SBY. "Komunikasi kami dengan orang lingkar dalam SBY, sangat bagus," ujarnya.

Komunikasi ini dilakukan tak hanya untuk membentuk koalisi, tetapi juga untuk mencari wakil Presiden bagi bakal capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Partai Gerindra, diakui Muzani, kini tengah mencermati 11 peserta konvensi capres Partai Demokrat yang ada.

Saat ditanya wacana menduetkan Prabowo-Dahlan Iskan atau Prabowo-Gita Wirjawan, Muzani pun tertawa.

"Semuanya itu calon yang bagus-bagus. Kita lihat dulu nanti, banyak pertimbangan seperti orang itu harus meningkatkan elektabilitas jika diduetkan dengan pak Prabowo, mempunya visi yang sama dengan kami, dan komunikasi dengan pak Prabowo bisa baik," imbuh Muzani. 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Sabrina Asril
Editor : Heru Margianto