Minggu, 25 Juni 2017


News / Nasional

Panglima TNI Tak Mau Ada Konflik Pasca-putusan MK

Kamis, 21 Agustus 2014 | 10:15 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengingatkan seluruh prajuritnya untuk mempersiapkan diri dalam melakukan pengamanan pasca-putusan perselisihan hasil pemilihan umum oleh Mahkamah Konstitusi. MK akan membacakan putusan pada hari ini, Kamis (21/8/2014) pukul 11.00 WIB.

Moeldoko tidak menginginkan ada pihak-pihak yang membuat kerusuhan, yang akan membuat Indonesia mengalami konflik berkepanjangan. Ia mencontohkan seperti yang terjadi di Timur Tengah.

"Situasi di kawasan Timur Tengah tidak stabil. Ada kelompok tertentu yang mudah memanfaatkan situasi itu dan membuat kerusuhan," kata Moeldoko seusai memimpin apel gabungan 5.000 personel TNI di Jakarta International Expo, Kemayoran, Kamis (21/8/2014) siang.

Pasukan yang disiagakan dalam apel tersebut di antaranya Pasukan Kodam Jaya sebanyak 2.100 personel, Kostrad 900 personel, Kopassus 500 personel, Marinir 900 personel, dan Paskhas 400 personel. Moeldoko mengatakan, untuk menghindari konflik terjadi, segala tindakan pencegahan akan diupayakan semaksimal mungkin. Menurut dia, mencegah konflik terjadi jauh lebih mudah dibanding jika harus menghentikannya.

Oleh karena itu, Moeldoko mengaku tidak pernah bosan mengingatkan prajuritnya untuk terus siap siaga.

"Saya mempunyai keyakinan penuh, negara yang ada kekacauan, ada aktor yang bermain-main karena ingin mendirikan negara, dan ini sudah terbukti," ujarnya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Ihsanuddin
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary