Rabu, 29 Maret 2017


News / Nasional

Partai Pendukung Prabowo Diyakini Bakal Ikut Dukung Pemerintahan Jokowi

Sabtu, 23 Agustus 2014 | 13:06 WIB
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (kanan) mewakili ketua-ketua parpol pendukung menyerahkan piagam Koalisi Merah Putih Permanan kepada calon presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2014). Ketua dan Sekjen Partai Politik pendukung pasangan Prabowo-Hatta yaitu Gerindra, PKS, PPP, Golkar, PBB, PAN, dan Demokrat, untuk menguatkan komitmennya menandatangani nota kesepahaman Koalisi Permanen mendukung Prabowo-Hatta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait meyakini bahwa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan mendapat dukungan baru dari beberapa partai pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Menurut Ara, sapaan akrabnya, dukungan baru itu akan nampak di bulan Oktober 2014 di mana Jokowi-JK akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden.

Ara menjelaskan, keyakinannya itu dilandasi beberapa hal, seperti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh permohonan Prabowo-Hatta.

"Saya sangat yakin, paling sedikit satu partai akan memberikan dukungan karena setiap partai memiliki dinamika, dan mengevaluasi posisi politiknya, dan bukan karena pragmatisme kekuasaan," kata Ara, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/8/2014).

Di lokasi yang sama, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, mengatakan hal senada. Dia meragukan soliditas Koalisi Merah Putih khususnya setelah MK menolak seluruh permohonan Prabowo-Hatta.

Dalam pengamatannya, Siti meyakini sedikitnya dua partai dalam koalisi merah putih pada akhirnya akan mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Dua partai itu adalah Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrat.

"PPP sejak awal memang sudah tidak utuh mendukung Prabowo-Hatta dan Demokrat selalu wait and see," ujarnya.

Seperti diberitakan, saat ini Jokowi-JK hanya mendapat dukungan dari empat partai di parlemen. Empat partai itu adalah PDI Perjuangan, Partai Hanura, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Nasdem.

Sejumlah pihak menilai pemerintahan Jokowi-JK akan mendapat banyak gangguan di parlemen karena partai pendukungnya tidak mencapai 50 persen dari jumlah kursi di parlemen. Pihak Jokowi-JK terus membuka diri pada setiap peluang partai di luar koalisi merapat dalam barisan partai pendukungnya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Indra Akuntono
Editor : Caroline Damanik