Kamis, 27 April 2017


News / Nasional

Tanya Jawab Kepala Daerah dengan Presiden Ditiadakan, Langsung Sesi Foto

Jumat, 8 April 2016 | 12:07 WIB
Fabian Januarius Kuwado Suasana Presiden Joko Widodo saat rapat kerja pemerintah bersama kepala daerah se-Indonesia di Istana Negara, Jumat (8/4/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sesi tanya jawab kepala daerah dengan Presiden RI Joko Widodo saat Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka pada Jumat (8/4/2016) ditiadakan. Acara langsung dilanjutkan dengan acara sesi foto satu per satu para kepala daerah dengan Presiden.

Padahal sebelumnya, saat membacakan susunan acara di pembukaan, pembawa acara mengungkapkan akan ada sesi tanya jawab.

Hal ini bermula ketika Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo diberikan kesempatan pertama memberikan kata pengantar. Tjahjo sempat meminta agar Presiden berkenan berfoto dengan para kepala daerah.

"Yang paling penting, setelah Bapak Presiden memberikan pengarahan, mohon berkenan meluangkan waktu foto satu per satu, Pak. Tempatnya sudah kita persiapkan di belakang," ujar Tjahjo.

Jokowi tertawa mendengar permintaan itu. Setelah Tjahjo, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyampaikan sambutan dan kemudian Jokowi memberikan pengarahan.

Setidaknya, ada dua poin penting yang disampaikan Presiden. Pertama, ketepatan program kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah harus mengutamakan program-program yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat.

Kedua, yakni soal memangkas aturan atau regulasi yang menghambat proses pembangunan.

(Baca juga: Kumpulkan Kepala Daerah, Jokowi Ingin Pusat dan Daerah Sejalan)

Setelah pengarahan selesai, rencana sesi tanya jawab pun terlupakan. Peserta langsung diarahkan untuk berfoto satu per satu dengan Presiden di tempat yang ditunjuk Tjahjo tadi.

Dalam acara ini, hadir 185 orang bupati beserta para wakilnya, 30 wali kota beserta wakilnya serta para gubernur termasuk yang baru saja dilantik hasil dari pemilihan umum kepala daerah beberapa waktu lalu.

 

Kompas TV Jokowi: Pangkas Regulasi yang Menghambat



 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Caroline Damanik