Minggu, 25 Juni 2017


News / Nasional

Iriana Jokowi: Ibu-ibu Harus Lebih Aktif di PKK, Kasihan Masyarakat yang Pilih

Jumat, 8 April 2016 | 14:09 WIB
DANY PERMANA Ibu Iriana bersama Ibu Mufidah Mi'ad Saad (kiri), istri pasangan bakal capres dan cawapres yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, menghadiri acara deklarasi pasangan tersebut di Gedung Joang, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2014). Pasangan tersebut juga didukung oleh koalisi Partai NasDem, PKB, dan Hanura dalam menghadapi pilpres Juli mendatang. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

JAKARTA, KOMPAS.com - Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla melakukan silaturahim dengan istri-istri kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Indonesia hasil Pilkada Serentak 2015 di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (8/4/2016).

Dalam kesempatan itu, Ibu Negara mengimbau agar para istri kepala daerah dan wakil kepala daerah ikut menyukseskan program pemerintah di daerahnya dengan penuh tanggung jawab.

Iriana pun meminta para istri kepala daerah lebih aktif menjalankan program-program gerakan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di daerahnya masing-masing.

"Sebagai penggerak PKK, ibu-ibu harus lebih aktif. Kasihan masyarakat yang memilih. Dulu waktu pemilihan ibu-ibu kan semangat sekali," ujar Iriana saat memberikan kata sambutan.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Pusat Erni Guntarti Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa organisasi PKK lahir karena kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, dia menekankan bahwa setiap istri kepala daerah dan wakil kepala daerah memiliki tanggung jawab untuk menjalankan 10 program PKK.

"PKK lahir karena kebutuhan masyarakat. Gerakan ini merupakan mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu kita wajib menjalankan 10 program PKK," kata Erni.

Dalam acara tersebut, Iriana dan Mufidah juga melantik para istri gubernur sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi.

 

Kompas TV Ibu Negara dan Dua Menteri Datangi PIN




Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kristian Erdianto
Editor : Caroline Damanik