Kamis, 27 April 2017


News / Regional

Kalla: Demokrasi dan Otonomi Harus Berjalan Selaras

Senin, 25 April 2016 | 14:26 WIB
KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Wakil Presiden Jusuf Kalla usai menyerahkan penghargaanParasamya Purnakarya Nugraha dan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha di peringatan Otda 2016 di alun-alun Wates Kulonprogo, Senin (25/04/2016)

KULONPROGO, KOMPAS.com - Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla menghadiri acara peringatan Hari Otonomi Daerah ke 20 tahun 2016 di Alun-alun Wates Kabupaten Kulonprogo, Senin (25/4/2016).

Dalam acara ini, Kalla memberikan penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha.

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengatakan, otonomi daerah bertujuan untuk mengembangkan potensi masing-masing daerah. Tujuan dari pengembangan potensi daerah tidak lain adalah demi kesejahteraan masyarakat.

"Otonomi daerah bersifat dinamis sehingga perlu adanya penyesuaian dengan kondisi masing-masing daerah. Demokrasi dan otonomi pun harus berjalan selaras," ucapnya.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menambahkan, untuk pertama kalinya peringatan hari Otonomi Daerah diadakan di luar Istana Negara dan pertama kali diadakan di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Untuk kali ini dan seterusnya peringatan otonomi daerah tidak selalu dilaksanakan di Istana Negara," ujar Tjahjo usai acara peringatan ini.

Tjahjo mengungkapkan, diselengarakannya peringatan Hari Otonomi Daerah di luar Istana merupakan keinginan dari Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Acara ini bertujuan untuk memperkuat otonomi daerah, membangun tata kelola antara pemerintah pusat dan daerah yang efektif, efisien dan taat kepada hukum. Selain itu, diharapkan bisa mempercepat reformasi birokrasi.

"Penghargaan ini diberikan kepada daerah dan kepala daerah atas inovasi-inovasi yang telah dilakukan," tuturnya.

Di dalam sambutannya, Tjahjo juga mengumumkan kabupaten/kota yang menerima penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dan bupati atau wali kota yang menerima Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha.

Berdasarkan Keputusan presiden No 20 tahun 2016 tertanggal 15 April 2016, penerima Parasamya Purnakarya Nugraha pertama adalah Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Kasaman, Kota Probolinggo dan Kota Semarang.

"Sudah tiga kali berturut-turut mencapai kinerja terbaik, dari hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah 2013,2014,2015," tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan keputusan Presiden nomer 21 tahun 2016 telah ditetapkan penerima penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha yaitu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, Bupati Nganjuk Taufikur Rahman, Bupati Kudus Mustofa, Bupati Bintan Ansar Ahmad, Wali Kota Malang M Anton dan Wali Kota Mojokerto M Yunus.

Hadir pula dalam acara peringatan ini, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnadi serta Gubernur DIY Sri Sultan HB X.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor : Caroline Damanik