Jumat, 21 Juli 2017


News / Regional

Karniti Jatuh Pingsan di Depan Presiden Jokowi

Senin, 4 Juli 2016 | 18:41 WIB
Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo bersalaman dengan anak penyandang disabilitas saat membagi-bagikan sembako di Kampung Pasir KKongsen, Rangkasbitung, Senin 4 Juli 2016.

LEBAK, KOMPAS.com - Karniti (65), warga Balepunah Desa Ranca Garut Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, jatuh pingsan di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pembagian paket Lebaran di daerah itu, Senin (4/7/2016).

Nenek tersebut sejak pagi mendatangi lokasi pusat pembagian sembako di Kampung Ranca Garut yang ditempuhnya berjalan kaki sejauh tiga kilometer dari rumahnya.

Tim medis menduga, Karniti pingsan akibat kelelahan di tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

"Kami mengobati Karniti hingga kembali sadar," kata Ketua Tim Medis Pos Pelayanan Kesehatan, Heru Haerudin.

Menurut dia, petugas medis telah mengecek kondisi kesehatan Karniti, namun tidak begitu membahayakan. Kondisi tubuhnya tidak mengalami penyakit penyerta, seperti darah tinggi maupun jantung.

"Kami berharap Karniti banyak istirahat dan tidak kecapaian lagi, terlebih bulan puasa itu," katanya.

Sementara itu, Karniti mengaku dirinya jatuh pingsan itu karena seperti mimpi melihat Presiden Jokowi secara langsung. Oleh karena, dirinya selama ini melihat orang nomor satu di Indonesia itu hanya dalam layar kaca televisi.

"Hanya beberapa meter dari Pak Jokowi langsung lemas, dan mata berkunang-kunang hingga tak sadarkan diri," katanya.

Warga gembira

Selain Karniti, Uni (65), seorang janda warga Cikadueun, Desa Sanging Tanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, mengaku merasa bahagia setelah menerima bantuan paket kebutuhan bahan pokok dari Presiden Jokowi.

Apalagi, dia menyatakan, paket berisi bahan pangan itu diterima memasuki Idul Fitri 1437 Hijriah sehingga  membantu ekonomi keluarga.

"Kami tidak lelah dan capai setelah menerima bantuan paket dari Pak Jokowi, meskipun berjalan kaki sepanjang 10 kilometer pulang pergi," tambahnya.

Warga lainnya, Yuli (22), salah seorang warga di Kampung Salahaur Banten, mengaku merasa senang dan terbantu dengan kedatangan Presiden Jokowi ke kampungnya.

"Senang banget, baru pertama kali lihat Presiden ke sini. Untuk lebaran bantuan ini bermanfaat banget, buat bikin kue bisa," kata Yuli, istri seorang buruh.

Saat hendak meninggalkan Kampung Kongsen yang berjarak sekitar dua kilometer dari Kampung Salahaur, seorang ibu bersama anaknya memanggil nama Presiden Jokowi. Presiden pun menoleh, dan langsung mendatangi sekaligus menyapa mereka.

Biro Pers Istana Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana meniti jembatan gantung baru di Kampung Ranca Garut, Sangiang Tanjung, Kalanganyar, Lebak, Banten, Senin (4/7/2016).
Sang ibu rupanya bersama si buah hati yang penyandang disabilitas.

"Sudah sakit begini sejak kecil," ujar sang ibu menjawab pertanyaan Presiden Jokowi.

Setelah itu, Presiden memberikan sebuah amplop kecil kepada sang ibu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana Widodo berkunjung ke Provinsi Banten untuk blusukan dan bertemu dengan penduduk setempat sekaligus membagikan paket Idul Fitri 1437 H.

Blusukan berlangsung di Kampung Salahaur (Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung), Kampung Kongsen (Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung), Kampung Ranca Garut (Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar), serta sekitar alun-alun Pandeglang.

Presiden Jokowi bersama rombongan tiba di lokasi pertama sekitar pukul 10.00 WIB, dan membagikan paket berisi beras, gula pasir, minyak goreng kemasan dan teh, selain buku untuk anak-anak, serta amplop berisi uang.

Presiden sempat rehat dan shalat dzuhur di Pendopo Kabupaten Lebak, kemudian bersama rombongan meneruskan perjalanan ke Kampung Ranca Garut yang harus melewati jembatan gantung sekitar 100 meter di atas Sungai Cisimeut.

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Widodo pun melintasi jembatan gantung yang berkapasitas maksimal sekitar 20 orang.

"Jadi ini salah satu dari sepuluh jembatan-jembatan kecil yang kita buat di sini, di Lebak. Tapi, masih ada 318 jembatan yang harus dikerjakan lagi tahun ini. Dari sisi keamanan yang ini sudah baik, kalau yang sebelumnya ada yang lebih seram," ujar Presiden Jokowi.

Presiden langsung disambut kerumunan warga yang sudah menunggu sejak pagi. Setelah bersalaman dengan perangkat desa dan beberapa warga setempat, Presiden dan Ibu Iriana Widodo langsung membagikan paket bahan pokok yang sudah disiapkan sebelumnya.

Sejumlah paket bantuan diberikan kepada 1.000 keluarga kurang mampu dari total 1.327 keluarga yang ada di kampung ini.

(Baca juga: Jokowi Menghela Nafas Panjang Usai Jajal Jembatan Gantung di Lebak)

Mengakhiri kunjungan kerjanya hari ini, Presiden dan Ibu Iriana beserta rombongan menuju alun-alun Kabupaten Pandeglang untuk menemui warga setempat dan membagikan paket bahan pokok.

Namun, tidak seperti di lokasi sebelumnya, pembagian di alun-alun Pandeglang tersebut sebelumnya tidak direncanakan dalam agenda kepresidenan.

Meski begitu, pembagian paket bahan pokok dengan jumlah sekitar 2.000 paket dapat dilakukan dengan tertib dan teratur.

Seusai kunjungan kerja ke Provinsi Banten kali ini, Presiden Jokowi menuju Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma untuk langsung bertolak ke Kota Padang, Sumatera Barat, dalam rangka kunjungan kerja dan merayakan Idul Fitri di ranah Minang tersebut.

Tahun lalu, Presiden Jokowi melaksanakan Shalat Idul Fitri di Banda Aceh dan merayakannya bersama masyarakat setempat.

 

Kompas TV Jokowi dan Kaesang Adu Panco, Siapa yang Menang?




Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Caroline Damanik
Sumber: ANTARA